"Maarif Berkarya Mewujudkan Generasi Emas"
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2013

Jombang - Malam penutupan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) I, Sabtu (29/6/2013) malam disemarakkan oleh aksi Menteri Negara urusan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmi Faisal Zaini. Usai menutup Perwimanas dalam upacara penutupan, Menteri PDT beranjak menuju panggung pentas seni dan budaya untuk menyapa pengunjung Perwimanas.


"Assalamu'alaikum, bapak, ibu dan adik-adik. Saya akan membawakan lagu yang judulnya cuma kamu," ujar Helmi Faisal menyapa para pengunjung dan peserta Perwimanas. Didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, Helmi Faisal mulai melantunkan lagu dangdut ciptaan pedangdut kawakan Rhoma Irama.

Begitu alunan musik dan lantunan lagu berbunyi, sontak para peserta dan pengunjung Perwimanas menggoyang tangan mereka ke kiri dan kanan. Acara pentas seni dan budaya sebagai kegiatan dalam Perwimanas jadi makin seru dan ramai seiring dengan kedatangan para pengunjung yang makin padat.

Setelah usai membawakan satu lagu, tidak berselang lama, Menteri PDT, Helmi Faisal beranjak dari panggung pentas seni dan budaya dengan diiringi oleh ucapan salam terima kasih dari para peserta Perwimanas. "Terima kasih kakak, terima kasih kakak, terima kasih kami ucapkan. Salam, salam, terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama," demikian nyanyian serempak peserta Perwimanas mengiringi perjalanan sang menteri yang beranjak meninggalkan lokasi Perwimanas.

Sementara itu, malam pentas seni dan budaya pada malam penutupan Perwimanas tetap berlangsung setelah Menteri PDT meninggalkan lokasi Perwimanas. Sejumlah seni dan budaya tradisional tampil menghibur ribuan pengunjung yang berbaur dengan peserta Perwimanas. Di sela-sela penampilan seni dan budaya, panitia mengumumkan para pemenang sejumlah festival dan lomba di acara Perwimanas. (@Moh_syafii)

Jombang - Malam penutupan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) I, Sabtu (29/6/2013) malam disemarakkan oleh aksi Menteri Negara urusan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmi Faisal Zaini. Usai menutup Perwimanas dalam upacara penutupan, Menteri PDT beranjak menuju panggung pentas seni dan budaya untuk menyapa pengunjung Perwimanas.


"Assalamu'alaikum, bapak, ibu dan adik-adik. Saya akan membawakan lagu yang judulnya cuma kamu," ujar Helmi Faisal menyapa para pengunjung dan peserta Perwimanas. Didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, Helmi Faisal mulai melantunkan lagu dangdut ciptaan pedangdut kawakan Rhoma Irama.

Begitu alunan musik dan lantunan lagu berbunyi, sontak para peserta dan pengunjung Perwimanas menggoyang tangan mereka ke kiri dan kanan. Acara pentas seni dan budaya sebagai kegiatan dalam Perwimanas jadi makin seru dan ramai seiring dengan kedatangan para pengunjung yang makin padat.

Setelah usai membawakan satu lagu, tidak berselang lama, Menteri PDT, Helmi Faisal beranjak dari panggung pentas seni dan budaya dengan diiringi oleh ucapan salam terima kasih dari para peserta Perwimanas. "Terima kasih kakak, terima kasih kakak, terima kasih kami ucapkan. Salam, salam, terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama," demikian nyanyian serempak peserta Perwimanas mengiringi perjalanan sang menteri yang beranjak meninggalkan lokasi Perwimanas.

Sementara itu, malam pentas seni dan budaya pada malam penutupan Perwimanas tetap berlangsung setelah Menteri PDT meninggalkan lokasi Perwimanas. Sejumlah seni dan budaya tradisional tampil menghibur ribuan pengunjung yang berbaur dengan peserta Perwimanas. Di sela-sela penampilan seni dan budaya, panitia mengumumkan para pemenang sejumlah festival dan lomba di acara Perwimanas. (@Moh_syafii)

Jombang - Menteri Negara urusan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmi Faisal Zaini berkesempatan menghadiri acara penutupan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas), Sabtu (29/6/2013) malam. Perkemahan pramuka tingkat penegak (SMA/SMK/MA) diselenggarakan pada 24 - 29 Juni 2013 di bumi perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Menteri PDT, Helmi Faisal Zaini, usai menutup acara Perwimanas
Menteri PDT, Helmi Faisal Zaini, usai menutup acara Perwimanas

Dalam sambutannya sebagai pembina upacara, Helmi Faisal meminta para anggota pramuka selalu menempa diri dengan pengetahuan dan kemampuan guna menyongsong tantangan-tantangan di masa depan. Menurut dia, pemuda memiliki peranan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Pemuda adalah calon penerus perjalanan dan kepemimpinan bangsa, maka siapkanlah diri anda untuk menyongsong masa depan," ujar dia dalam sambutannya saat upacara penutupan Perwimanas.

Manurut Sarjana Teknik Universitas Darul Ulum (Undar), Jombang ini, pemuda memilik tiga peranan penting dalam pembangunan bangsa. Ketiga peran itu adalah pemuda sebagai agen perubahan, kontrol sosial serta sebagai kekuatan moral yang diwujudkan dengan cara menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan.

"Peran sebagai agen perubahan adalah peran yang sangat melekat dengan pemuda. Sebagai generasi penentu masa depan, pemuda diamanahkan dengan tanggung jawab atas nasib bangsa ini ke depan," kata Helmi Faisal. Menteri PDT ini menandaskan, nasib bangsa Indonesia sangat tergantung pada bagaiamana peran pemuda. "Nasib bangsa ini sangat tergantung pada adik-adik semua," lanjut dia.

Menyitir pernyataan Bung Karno, presiden dan proklamator kemerdekaan RI, kembali menegaskan betapa pentingnya peran dan kesiapan pemuda untuk menyongsong tantangan tantangan bangsa di masa mendatang. "Beri Aku sepuluh Pemuda maka Akan Kuguncang Dunia," ujar Helmi menirukan pernyataan Bung Karno.

Sekedar diketahui, Perwimanas adalah perkemahan nasional bagi anggota pramuka tingkat penegak (SMA/MA/SMK) dilingkungan pendidikan Ma’arif NU. Pada penyelanggaran secara nasional untuk pertama kalinya ini, Perwimanas diikuti oleh 2.220 anggota pramuka ma’arif yang berasal dari 23 Propinsi dan 32 Kabupaten/Kota di Indonesia. Perwimanas akan digelar setiap empat tahun sekali. Keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan yang dihadiri PP LP Maarif NU dan PW LP Maarif NU se-Indonesia yang mengikuti Perwimanas I di Jombang. (@Moh_syafii)

Jombang - Menteri Negara urusan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmi Faisal Zaini berkesempatan menghadiri acara penutupan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas), Sabtu (29/6/2013) malam. Perkemahan pramuka tingkat penegak (SMA/SMK/MA) diselenggarakan pada 24 - 29 Juni 2013 di bumi perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Menteri PDT, Helmi Faisal Zaini, usai menutup acara Perwimanas
Menteri PDT, Helmi Faisal Zaini, usai menutup acara Perwimanas

Dalam sambutannya sebagai pembina upacara, Helmi Faisal meminta para anggota pramuka selalu menempa diri dengan pengetahuan dan kemampuan guna menyongsong tantangan-tantangan di masa depan. Menurut dia, pemuda memiliki peranan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Pemuda adalah calon penerus perjalanan dan kepemimpinan bangsa, maka siapkanlah diri anda untuk menyongsong masa depan," ujar dia dalam sambutannya saat upacara penutupan Perwimanas.

Manurut Sarjana Teknik Universitas Darul Ulum (Undar), Jombang ini, pemuda memilik tiga peranan penting dalam pembangunan bangsa. Ketiga peran itu adalah pemuda sebagai agen perubahan, kontrol sosial serta sebagai kekuatan moral yang diwujudkan dengan cara menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan.

"Peran sebagai agen perubahan adalah peran yang sangat melekat dengan pemuda. Sebagai generasi penentu masa depan, pemuda diamanahkan dengan tanggung jawab atas nasib bangsa ini ke depan," kata Helmi Faisal. Menteri PDT ini menandaskan, nasib bangsa Indonesia sangat tergantung pada bagaiamana peran pemuda. "Nasib bangsa ini sangat tergantung pada adik-adik semua," lanjut dia.

Menyitir pernyataan Bung Karno, presiden dan proklamator kemerdekaan RI, kembali menegaskan betapa pentingnya peran dan kesiapan pemuda untuk menyongsong tantangan tantangan bangsa di masa mendatang. "Beri Aku sepuluh Pemuda maka Akan Kuguncang Dunia," ujar Helmi menirukan pernyataan Bung Karno.

Sekedar diketahui, Perwimanas adalah perkemahan nasional bagi anggota pramuka tingkat penegak (SMA/MA/SMK) dilingkungan pendidikan Ma’arif NU. Pada penyelanggaran secara nasional untuk pertama kalinya ini, Perwimanas diikuti oleh 2.220 anggota pramuka ma’arif yang berasal dari 23 Propinsi dan 32 Kabupaten/Kota di Indonesia. Perwimanas akan digelar setiap empat tahun sekali. Keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan yang dihadiri PP LP Maarif NU dan PW LP Maarif NU se-Indonesia yang mengikuti Perwimanas I di Jombang. (@Moh_syafii)

Jombang - Menteri Negara urusan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmi Faisal Zaini, pada Sabtu (29/6/2013) malam berkesempatan menutup Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) I. Pelaksanaan Penutupan Perwimanas dilakukan dalam bentuk upacara penutupan yang dirangkai dengan upacara penyalaan api unggun.


Sebagai pembina upacara, Menteri PDT menyalakan api unggun dengan terlebih dahulu menyalakan obor yang dibawa oleh petugas pembawa obor. Proses penyulutan obor selesai dan tahap berikutnya, Helmi Faisal menyalakan api unggun yang ditempatkan ditengah-tengah lapangan upacara. "Api kita sudah menyala, api kita sudah menyala, api api api api, api kita sudah menyala," demikian sambut peserta Perwimanas begitu api unggun menyala yang diiringi dengan suara letusan petasan.

Setelah api unggun menyala, Sarjana Teknik Universitas Darul Ulum, Jombang ini memberikan sambutan dalam upacara penutupan Perwimanas. Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Helmi Faisal menyatakan perhelatan Perwimanas I yang berlangsung pada 24 hingga 29 Juni 2013 di bumi perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Jombang, Jawa Timur, menjadi momentum strategis bagi NU dalam pembinaan generasi muda.

Dia berharap, Perwimanas yang menjadi ikhtiar organisasi Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Pendidikan Ma'arif bisa dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya pada masa mendatang. "Saya melihat Perwimanas pertama ini sukses, kami berharap kegiatan Perwimanas ini bisa terus dikembangkan di masa mendatang," kata Helmi Faisal dalam sambutannya pada upacara penutupan Perwimanas.

"Selamat jalan adik-adik, sampaikan salam saya kepada bapak ibu yang ada di rumah," sambung Helmi Faisal melanjutkan sambutannya. Secara khusus dia meminta para anggota pramuka khususnya peserta Perwimanas menyiapkan dan terus menempa diri agar menjadi generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan.

Mengakhiri sambutannya sebagai pembina upacara, Menteri PDT menutup secara resmi Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) I 2013 di Bumi perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Jombang. "Dengan ini, Perwimanas I saya nyatakan ditutup," ujar Helmi Faisal dilanjutkan salam penutup.

Sementara itu, Perkemahan Wirakarya Maarif NU Nasional (Perwimanas) yang merupakan perkemahan untuk tingkat penegak (SMA/MA/SMK) di lingkungan NU diputuskan untuk digelar empat tahun sekali. Keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan yang dihadiri PP LP Maarif NU dan PW LP Maarif NU dari belasan provinsi se-Indonesia yang mengikuti Perwimanas I di Jombang. (@Moh_syafii)

Jombang - Menteri Negara urusan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmi Faisal Zaini, pada Sabtu (29/6/2013) malam berkesempatan menutup Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) I. Pelaksanaan Penutupan Perwimanas dilakukan dalam bentuk upacara penutupan yang dirangkai dengan upacara penyalaan api unggun.


Sebagai pembina upacara, Menteri PDT menyalakan api unggun dengan terlebih dahulu menyalakan obor yang dibawa oleh petugas pembawa obor. Proses penyulutan obor selesai dan tahap berikutnya, Helmi Faisal menyalakan api unggun yang ditempatkan ditengah-tengah lapangan upacara. "Api kita sudah menyala, api kita sudah menyala, api api api api, api kita sudah menyala," demikian sambut peserta Perwimanas begitu api unggun menyala yang diiringi dengan suara letusan petasan.

Setelah api unggun menyala, Sarjana Teknik Universitas Darul Ulum, Jombang ini memberikan sambutan dalam upacara penutupan Perwimanas. Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Helmi Faisal menyatakan perhelatan Perwimanas I yang berlangsung pada 24 hingga 29 Juni 2013 di bumi perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Jombang, Jawa Timur, menjadi momentum strategis bagi NU dalam pembinaan generasi muda.

Dia berharap, Perwimanas yang menjadi ikhtiar organisasi Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Pendidikan Ma'arif bisa dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya pada masa mendatang. "Saya melihat Perwimanas pertama ini sukses, kami berharap kegiatan Perwimanas ini bisa terus dikembangkan di masa mendatang," kata Helmi Faisal dalam sambutannya pada upacara penutupan Perwimanas.

"Selamat jalan adik-adik, sampaikan salam saya kepada bapak ibu yang ada di rumah," sambung Helmi Faisal melanjutkan sambutannya. Secara khusus dia meminta para anggota pramuka khususnya peserta Perwimanas menyiapkan dan terus menempa diri agar menjadi generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan.

Mengakhiri sambutannya sebagai pembina upacara, Menteri PDT menutup secara resmi Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) I 2013 di Bumi perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Jombang. "Dengan ini, Perwimanas I saya nyatakan ditutup," ujar Helmi Faisal dilanjutkan salam penutup.

Sementara itu, Perkemahan Wirakarya Maarif NU Nasional (Perwimanas) yang merupakan perkemahan untuk tingkat penegak (SMA/MA/SMK) di lingkungan NU diputuskan untuk digelar empat tahun sekali. Keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan yang dihadiri PP LP Maarif NU dan PW LP Maarif NU dari belasan provinsi se-Indonesia yang mengikuti Perwimanas I di Jombang. (@Moh_syafii)

Mojoagung, Jombang - Peserta Perwimanas tidak hanya dimanjakan dengan sejumlah fasilitas selama perkemahan berlangsung. Juga ada sejumlah hadiah yang menanti mereka.

Dari data panitia Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional atau Perwimanas, setidaknya ada 24 tablet yang diberikan kepada peserta.

Rincian tablet tersebut adalah dari Saifullah Yusuf sebanyak 3 unit. 10 unit disumbang oleh Drs H A Halim Iskandar, MPd, kemudian 5 unit dari Thoriqul Haq, MML, juga dua unit yang masing-masing diberikan oleh H Fuad Mahsuni, Badrut Tamam, SPsi serta Dra Dwi Astutik.

"Sumbangan ini akan sangat membanggakan kepada peserta," tandas Ali Mustofa.

Karena itu diharapkan dengan hadiah tersebut, maka semangat para juara akan kian termotivasi untuk terus berprestasi.

"Tablet menjadi pilihan sebagai sarana penunjang mobilitas dan kreatifitas para jawara," tandasnya.

Mojoagung, Jombang - Peserta Perwimanas tidak hanya dimanjakan dengan sejumlah fasilitas selama perkemahan berlangsung. Juga ada sejumlah hadiah yang menanti mereka.

Dari data panitia Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional atau Perwimanas, setidaknya ada 24 tablet yang diberikan kepada peserta.

Rincian tablet tersebut adalah dari Saifullah Yusuf sebanyak 3 unit. 10 unit disumbang oleh Drs H A Halim Iskandar, MPd, kemudian 5 unit dari Thoriqul Haq, MML, juga dua unit yang masing-masing diberikan oleh H Fuad Mahsuni, Badrut Tamam, SPsi serta Dra Dwi Astutik.

"Sumbangan ini akan sangat membanggakan kepada peserta," tandas Ali Mustofa.

Karena itu diharapkan dengan hadiah tersebut, maka semangat para juara akan kian termotivasi untuk terus berprestasi.

"Tablet menjadi pilihan sebagai sarana penunjang mobilitas dan kreatifitas para jawara," tandasnya.

Mojoagung, Jombang - Ada banyak cara yang dilakukan peserta Perwimanas untuk memberi kesan serta berterimakasih kepada panitia. Memberikan makanan khas daerah setempat diantaranya.

Sore tadi peserta mengikuti acara karnaval, yakni berkeliling kampung Kalibening. Sejumlah atraksi dan kebolehan dari masing-masing kontingen seakan memberi pesan bahwa mereka hendak berpamitan kepada penduduk.

Usai berkeliling, ternyata kontingen dari Sulawesi Barat berkenan mendatangi posko panitia PW LP Ma'arif NU Jatim. Mereka tidak hanya hadir dengan pakaian khasnya, juga berkesempatan menceritakan kesan sejak mengikuti Perwimanas.

"Kami sangat terkesan dengan kegiatan ini dan berharap akan ada kesempatan mengikuti Perwimanas untuk kali kedua," kata juru bicara kontingen.

Perjalanan yang ditempuh selama dua hari dalam perjalanan naik kapal laut ternyata terbayarkan dengan mengikuti sejumlah kegiatan dari hari pertama hingga sore tadi.

Pada kesempatan itu, para peserta diperkenalkan dengan Bapak Udin dan Jazuli yang selalu melakukan koordinasi soal penjemputan.

Dan yang juga tidak kalah menarik dari acara tersebut adalah peserta dari Sulawesi Barat ini berkesempatan memberikan sejumlah makanan khas kepada panitia. Diantaranya adalah loka anjorone atau pisang santan.

Pertemuan sangat berkesan itu akhirnya diakhiri dengan doa bersama demi lancarnya perjalanan pulang nanti. (s@if)

Doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bersama panitia dan kontingen dari Sulbar

Mojoagung, Jombang - Ada banyak cara yang dilakukan peserta Perwimanas untuk memberi kesan serta berterimakasih kepada panitia. Memberikan makanan khas daerah setempat diantaranya.

Sore tadi peserta mengikuti acara karnaval, yakni berkeliling kampung Kalibening. Sejumlah atraksi dan kebolehan dari masing-masing kontingen seakan memberi pesan bahwa mereka hendak berpamitan kepada penduduk.

Usai berkeliling, ternyata kontingen dari Sulawesi Barat berkenan mendatangi posko panitia PW LP Ma'arif NU Jatim. Mereka tidak hanya hadir dengan pakaian khasnya, juga berkesempatan menceritakan kesan sejak mengikuti Perwimanas.

"Kami sangat terkesan dengan kegiatan ini dan berharap akan ada kesempatan mengikuti Perwimanas untuk kali kedua," kata juru bicara kontingen.

Perjalanan yang ditempuh selama dua hari dalam perjalanan naik kapal laut ternyata terbayarkan dengan mengikuti sejumlah kegiatan dari hari pertama hingga sore tadi.

Pada kesempatan itu, para peserta diperkenalkan dengan Bapak Udin dan Jazuli yang selalu melakukan koordinasi soal penjemputan.

Dan yang juga tidak kalah menarik dari acara tersebut adalah peserta dari Sulawesi Barat ini berkesempatan memberikan sejumlah makanan khas kepada panitia. Diantaranya adalah loka anjorone atau pisang santan.

Pertemuan sangat berkesan itu akhirnya diakhiri dengan doa bersama demi lancarnya perjalanan pulang nanti. (s@if)

Doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bersama panitia dan kontingen dari Sulbar

Jombang - Pawai budaya menjadi kegiatan akhir peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) sebelum penutupan. Karnaval yang melibatkan seluruh kontingen peserta Perwimanas di Bumi Perkemahan PP Babussalam, kalibening, Jombang, Jawa Timur berlangsung semarak.

Peserta Perwimanas dari Kabupaten Jember kampanyekan pemanfaatan sampah dalam pawai budaya di Perwimanas

Acara karnaval berlangsung menarik, sebab ribuan pengunjung yang memadati jalanan desa di Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo, kecamatan Mojoagung, Jombang disuguhi atraksi budaya dan penampilan menarik dari peserta Perwimanas.

Pawai budaya oleh peserta Perwimanas dilaksakan pada Sabtu (29/6/2013) yang dimulai pukul 14.00 WIB. Diawali dengan penampilan grup drum band dari Pondok Pesantren Babussalam, satu persatu kontingen Perwimanas tampil dengan cara dan kreasinya masing-masing. Ada yang menampilkan budaya khas daerahnya, ada yang mengkampanyekan pemanfaatan sampah, budaya korupsi hingga kasus semburan lumpur Lapindo.

Kontingen dari Kota Batu, tampil dengan kumpulan manusia batu. Mereka berjalan dalam pawai layaknya manusia batu dengan tubuh dibaluti cat yang menggambarkan ciri khas manusia batu. Sementara, kontingen dari Kabupaten Ponorogo tampil dengan seni budaya khas daerahnya, Reog Ponorogo. "Inilah ponorogo dengan kesenian reog," seru pemandu kegiatan.

Tak Ketinggalan, kontingen dari Propinsi Kalimantan Barat dengan pakaian khas daerah. Demikian pula dengan propinsi lainnya dimana mereka sama-sama ingin menampilkan yang terbaik dari daerah masing-masing.

Yang menarik, kontingen dari Kabupaten Jember dalam pawai menggunakan pakaian yang berasal dari daur ulang sampah. "Ini untuk kampanye cinta lingkungan dan manfaatkan sampah dengan sebaik-baiknya," ujar salah seorang anggota kontingen.

Selain kampanye budaya dan lingkungan, kampanye anti korupsi dan situasi sosial korban semburan lumpur Lapindo juga tampil di acara pawai budaya di Perwimanas. Dari penampilan selama pawai, kontingen Surabaya mengusung tema anti korupsi sedangkan kontingen Sidoarjo menghadirkan belasan orang yang tubuhnya dibaluti oleh lumpur. (@Moh-Syafii)

Jombang - Pawai budaya menjadi kegiatan akhir peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) sebelum penutupan. Karnaval yang melibatkan seluruh kontingen peserta Perwimanas di Bumi Perkemahan PP Babussalam, kalibening, Jombang, Jawa Timur berlangsung semarak.

Peserta Perwimanas dari Kabupaten Jember kampanyekan pemanfaatan sampah dalam pawai budaya di Perwimanas

Acara karnaval berlangsung menarik, sebab ribuan pengunjung yang memadati jalanan desa di Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo, kecamatan Mojoagung, Jombang disuguhi atraksi budaya dan penampilan menarik dari peserta Perwimanas.

Pawai budaya oleh peserta Perwimanas dilaksakan pada Sabtu (29/6/2013) yang dimulai pukul 14.00 WIB. Diawali dengan penampilan grup drum band dari Pondok Pesantren Babussalam, satu persatu kontingen Perwimanas tampil dengan cara dan kreasinya masing-masing. Ada yang menampilkan budaya khas daerahnya, ada yang mengkampanyekan pemanfaatan sampah, budaya korupsi hingga kasus semburan lumpur Lapindo.

Kontingen dari Kota Batu, tampil dengan kumpulan manusia batu. Mereka berjalan dalam pawai layaknya manusia batu dengan tubuh dibaluti cat yang menggambarkan ciri khas manusia batu. Sementara, kontingen dari Kabupaten Ponorogo tampil dengan seni budaya khas daerahnya, Reog Ponorogo. "Inilah ponorogo dengan kesenian reog," seru pemandu kegiatan.

Tak Ketinggalan, kontingen dari Propinsi Kalimantan Barat dengan pakaian khas daerah. Demikian pula dengan propinsi lainnya dimana mereka sama-sama ingin menampilkan yang terbaik dari daerah masing-masing.

Yang menarik, kontingen dari Kabupaten Jember dalam pawai menggunakan pakaian yang berasal dari daur ulang sampah. "Ini untuk kampanye cinta lingkungan dan manfaatkan sampah dengan sebaik-baiknya," ujar salah seorang anggota kontingen.

Selain kampanye budaya dan lingkungan, kampanye anti korupsi dan situasi sosial korban semburan lumpur Lapindo juga tampil di acara pawai budaya di Perwimanas. Dari penampilan selama pawai, kontingen Surabaya mengusung tema anti korupsi sedangkan kontingen Sidoarjo menghadirkan belasan orang yang tubuhnya dibaluti oleh lumpur. (@Moh-Syafii)

Jombang - Bagi banyak orang enam hari melayani dua ribu orang bukanlah pekerjaan enteng. Tapi tidak demikian dengan Gus Salman selaku pemangku utama  PP Babussalam Kalibening Mojoagung yang menjadi tuan rumah Perwimanas ini. Ia merasa enjoy saja melayani perhelatan nasional yang digagas LP Ma'rif NU ini.

Bermacam karakter dan kebutuhan personel yang terlibat dalam Perwimanas menjadi santapan wajib selama masa perkemahan. Banyak yang menyenangkan ada yang tidak, itu tentu saja. Ini pengakuan Gus Salman lebih lanjut.

"Bagi saya semuanya adalah ibadah. Saya shalat, ibadah. Puasa, ibadah. Mengelola pesantren, ibadah. Melayani di Perwimanas juga ibadah. Lalu apa bedanya? Tugas seberat apapun asal dilakukan dengan ihlas dan diniati ibadah,  saya kira tidak akan ada beratnya. Semua jadi enteng," terang pria yang memiliki nama lengkap KH. Salmanudin Yazid ini.

Menurut Gus Salman, apa yang sudah dilakukan oleh keluarga besar PP Babussalam untuk perkemahan Ma'arif NU sangat kecil dan tidak sebanding dengan apa yang telah diajarkan, diteladankan dan diwariskan oleh para pendiri NU. "Sangat kecil, sangat kecil apa yang sudah saya, keluarga dan PP Babussalam  sumbangsihkan untuk Perwimanas, untuk NU," tegasnya merendah.

Lebih lanjut Gus Salman berharap, sebisa mungkin kegiatan-kegiatan seperti Perwimanas terus diselenggarakan oleh kader-kader NU diseluruh lapisan masyarakat. "Intinya, mari kita bersama 'nguri-nguri' warisan NU. Kita tinggal meneruskan apa yang sudah susah payah digagas oleh para masyayeikh," kata Gus Salman mengungkapkan harapannya.

Gus Salman juga berpesan agar kader-kader muda NU terus mengasah hati, pikiran dan aksinya untuk perjuangan NU. "Dasari semua itu dengan keikhlasan demi kemashlahatan umat, seperti yang diajarkan para leluhur NU," pungkasnya.(sol)

Jombang - Bagi banyak orang enam hari melayani dua ribu orang bukanlah pekerjaan enteng. Tapi tidak demikian dengan Gus Salman selaku pemangku utama  PP Babussalam Kalibening Mojoagung yang menjadi tuan rumah Perwimanas ini. Ia merasa enjoy saja melayani perhelatan nasional yang digagas LP Ma'rif NU ini.

Bermacam karakter dan kebutuhan personel yang terlibat dalam Perwimanas menjadi santapan wajib selama masa perkemahan. Banyak yang menyenangkan ada yang tidak, itu tentu saja. Ini pengakuan Gus Salman lebih lanjut.

"Bagi saya semuanya adalah ibadah. Saya shalat, ibadah. Puasa, ibadah. Mengelola pesantren, ibadah. Melayani di Perwimanas juga ibadah. Lalu apa bedanya? Tugas seberat apapun asal dilakukan dengan ihlas dan diniati ibadah,  saya kira tidak akan ada beratnya. Semua jadi enteng," terang pria yang memiliki nama lengkap KH. Salmanudin Yazid ini.

Menurut Gus Salman, apa yang sudah dilakukan oleh keluarga besar PP Babussalam untuk perkemahan Ma'arif NU sangat kecil dan tidak sebanding dengan apa yang telah diajarkan, diteladankan dan diwariskan oleh para pendiri NU. "Sangat kecil, sangat kecil apa yang sudah saya, keluarga dan PP Babussalam  sumbangsihkan untuk Perwimanas, untuk NU," tegasnya merendah.

Lebih lanjut Gus Salman berharap, sebisa mungkin kegiatan-kegiatan seperti Perwimanas terus diselenggarakan oleh kader-kader NU diseluruh lapisan masyarakat. "Intinya, mari kita bersama 'nguri-nguri' warisan NU. Kita tinggal meneruskan apa yang sudah susah payah digagas oleh para masyayeikh," kata Gus Salman mengungkapkan harapannya.

Gus Salman juga berpesan agar kader-kader muda NU terus mengasah hati, pikiran dan aksinya untuk perjuangan NU. "Dasari semua itu dengan keikhlasan demi kemashlahatan umat, seperti yang diajarkan para leluhur NU," pungkasnya.(sol)

Jombang - Perkemahan Wirakarya Maarif NU Nasional (Perwimanas) yang merupakan perkemahan untuk tingkat penegak (SMA/MA/SMK) di lingkungan NU diputuskan untuk digelar empat tahun sekali.

Perwimanas II

"Itu hasil keputusan dalam pertemuan yang dihadiri PP LP Maarif NU dan PW LP Maarif NU dari belasan provinsi se-Indonesia yang mengikuti Perwimanas I di Jombang," kata Wakil Ketua LP Maarif NU Jatim H Abdul Mujib Hasyim di Jombang, Sabtu.

Menurut dia, pertemuan pada Jumat (28/6) malam itu juga menyepakati Perkemahan Penggalang Maarif Nasional (Pergamanas) yang merupakan perkemahan untuk tingkat penggalang (SMP/MTs) dan diadakan di antara dua Perwimanas.

"Untuk Pergamanas I yang pertama kalinya telah diminta Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj untuk digelar di pesantren asuhannya di Jawa Barat pada tahun 2014," katanya.

Sementara Perwimanas II masih belum diputuskan, namun ada tiga PW LP Maarif NU yang meminta yakni Jateng, Jambi, dan Lampung. "Siapa yang ditunjuk masih menunggu keputusan PP LP Maarif NU," katanya.

Namun, katanya, Perwimanas II disepakati untuk digelar pada 2017, sedangkan keputusan penyelenggaraan Pergamanas II masih menunggu Pergamanas I pada tahun mendatang.

"Yang jelas, Pergamanas (SMP) dan Perwimanas (SMA) itu merupakan bukti dari kepercayaan Kwarnas Pramuka yang menunjuk LP Maarif NU sebagai satuan koordinasi (sako) yang pertama kali untuk tingkat organisasi guna menghimpun gugus di lingkungan organisasi itu," katanya. (Edy M Ya'kub)

Jombang - Perkemahan Wirakarya Maarif NU Nasional (Perwimanas) yang merupakan perkemahan untuk tingkat penegak (SMA/MA/SMK) di lingkungan NU diputuskan untuk digelar empat tahun sekali.

Perwimanas II

"Itu hasil keputusan dalam pertemuan yang dihadiri PP LP Maarif NU dan PW LP Maarif NU dari belasan provinsi se-Indonesia yang mengikuti Perwimanas I di Jombang," kata Wakil Ketua LP Maarif NU Jatim H Abdul Mujib Hasyim di Jombang, Sabtu.

Menurut dia, pertemuan pada Jumat (28/6) malam itu juga menyepakati Perkemahan Penggalang Maarif Nasional (Pergamanas) yang merupakan perkemahan untuk tingkat penggalang (SMP/MTs) dan diadakan di antara dua Perwimanas.

"Untuk Pergamanas I yang pertama kalinya telah diminta Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj untuk digelar di pesantren asuhannya di Jawa Barat pada tahun 2014," katanya.

Sementara Perwimanas II masih belum diputuskan, namun ada tiga PW LP Maarif NU yang meminta yakni Jateng, Jambi, dan Lampung. "Siapa yang ditunjuk masih menunggu keputusan PP LP Maarif NU," katanya.

Namun, katanya, Perwimanas II disepakati untuk digelar pada 2017, sedangkan keputusan penyelenggaraan Pergamanas II masih menunggu Pergamanas I pada tahun mendatang.

"Yang jelas, Pergamanas (SMP) dan Perwimanas (SMA) itu merupakan bukti dari kepercayaan Kwarnas Pramuka yang menunjuk LP Maarif NU sebagai satuan koordinasi (sako) yang pertama kali untuk tingkat organisasi guna menghimpun gugus di lingkungan organisasi itu," katanya. (Edy M Ya'kub)

Jombang - Suksesnya pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) I tahun 2013 yang menempati Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ternyata menggambarkan betapa teguh dan kuatnya komitmen orang-orang yang terlibat dalam kepanitiaan Perwimanas.

Kakak-kakak petugas di kesekretariatan lagi sibuk pada tugas masing-masing
Kakak-kakak petugas di kesekretariatan lagi sibuk pada tugas masing-masing

Demi suksesnya Perkemahan Pramuka tingkat penegak dalam skala nasional yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Lingkungan Nahdlatul Ulama ini, panitia Perwimanas dari berbagai seksi terlihat begitu nyata mengerahkan seluruh tenaga dan fikirannya. Seolah tak kenal waktu, mereka bekerja setiap pagi hingga malam.

Semua bagian dalam kepanitiaan tak pernah berhenti dari kesibukan. Seluruh seksi all out mendukung kerja panitia sesuai dengan bagian masing-masing. Diantara mereka bahkan rela meninggalkan keluarga atau mengabaikan waktu untuk menikmati masa liburan sekolah demi mendukung suksesnya Perwimanas yang dilaksanakan pada 24 - 29 Juni 2013.

Salah satu bagian kepanitiaan yang boleh dibilang seksi super sibuk adalah Panitia Pelaksana pada seksi Kesekretariatan. Bagaimana tidak, 2 minggu sebelum hari H Perwimanas, jajaran panitia Kesekretariatan sudah menginap duluan di lokasi perkemahan.

Pekerjaan yang ditangani oleh Panitia Kesekretarian pun seabrek. "Yang ditangani mulai dari surat menyurat, penyiapan lokasi dan kebutuhan-kebutuhan lainnya untuk peserta dan panitia," ujar Syaifudin, salah satu panitia kesekretariatan, Sabtu (29/6/2013).

Dia mengungkapkan, sebagai panitia pelaksana yang menangani bidang kesekretariatan, jam kerja panitia sudah tidak bisa diukur mengingat padatnya aktifitas dan pekerjaan panitia yang harus ditangani. Kesibukan paling padat terjadi pada H-2 Pembukaan Perwimanas. "Di seksi bagian ini tidak ada yang nganggur, semua padat kerjaan masing-masing," tutur Syaifuddin.

Berapa lama waktu yang tersedia untuk beristirahat? Atik, personel kepanitiaan kesekretariatan lainnya mengungkapkan, Sejak 2 hari sebelum Perwimanas, rata-rata waktu istirahat untuk panitia hanya tersedia 2 jam. "Padat sekali kerjaannya, soal tidur rata-rata dua jam. Tapi syukur semua masih diberi kesehatan," ujar Atik.

Kepadatan pekerjaan panitia pelaksana di bagian kesekretariatan, ujar Atik, terjadi saat pelaksanaan registrasi peserta perkemahan. "Yang paling repot ya saat registrasi peserta," tutur Atik.

Rasa lelah dan stres diakui kerap melanda personel panitia pelaksana bidang kesekretariatan. Namun, suasana keakraban dan sikap orang-orang dalam panitia yang suka bercanda membuat suasana cair. "Sukanya ya orang-orang disini (pos kesekretariatan) seneng guyonan, jadi ya gak gampang stres dan kelelahan," tutur Iwan saat ditemui di pos kesekretariatan panitia pelaksana.

Datang paling awal ke lokasi perkemahan, seksi Kesekretariatan bakal menjadi bagian yang paling akhir untuk meninggalkan Bumi Perkemahan PP Babussalam. Itulah yang menjadikan seksi bagian ini menjadi seksi super sibuk di acara Perwimanas I. "Untungnya yang bagian kesekretariatan ini rata-rata masih single (lajang), jadi sudah siap jika harus datang awal dan pulang akhir," pungkas Iwan. (@Moh_syafii)

Jombang - Suksesnya pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) I tahun 2013 yang menempati Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ternyata menggambarkan betapa teguh dan kuatnya komitmen orang-orang yang terlibat dalam kepanitiaan Perwimanas.

Kakak-kakak petugas di kesekretariatan lagi sibuk pada tugas masing-masing
Kakak-kakak petugas di kesekretariatan lagi sibuk pada tugas masing-masing

Demi suksesnya Perkemahan Pramuka tingkat penegak dalam skala nasional yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Lingkungan Nahdlatul Ulama ini, panitia Perwimanas dari berbagai seksi terlihat begitu nyata mengerahkan seluruh tenaga dan fikirannya. Seolah tak kenal waktu, mereka bekerja setiap pagi hingga malam.

Semua bagian dalam kepanitiaan tak pernah berhenti dari kesibukan. Seluruh seksi all out mendukung kerja panitia sesuai dengan bagian masing-masing. Diantara mereka bahkan rela meninggalkan keluarga atau mengabaikan waktu untuk menikmati masa liburan sekolah demi mendukung suksesnya Perwimanas yang dilaksanakan pada 24 - 29 Juni 2013.

Salah satu bagian kepanitiaan yang boleh dibilang seksi super sibuk adalah Panitia Pelaksana pada seksi Kesekretariatan. Bagaimana tidak, 2 minggu sebelum hari H Perwimanas, jajaran panitia Kesekretariatan sudah menginap duluan di lokasi perkemahan.

Pekerjaan yang ditangani oleh Panitia Kesekretarian pun seabrek. "Yang ditangani mulai dari surat menyurat, penyiapan lokasi dan kebutuhan-kebutuhan lainnya untuk peserta dan panitia," ujar Syaifudin, salah satu panitia kesekretariatan, Sabtu (29/6/2013).

Dia mengungkapkan, sebagai panitia pelaksana yang menangani bidang kesekretariatan, jam kerja panitia sudah tidak bisa diukur mengingat padatnya aktifitas dan pekerjaan panitia yang harus ditangani. Kesibukan paling padat terjadi pada H-2 Pembukaan Perwimanas. "Di seksi bagian ini tidak ada yang nganggur, semua padat kerjaan masing-masing," tutur Syaifuddin.

Berapa lama waktu yang tersedia untuk beristirahat? Atik, personel kepanitiaan kesekretariatan lainnya mengungkapkan, Sejak 2 hari sebelum Perwimanas, rata-rata waktu istirahat untuk panitia hanya tersedia 2 jam. "Padat sekali kerjaannya, soal tidur rata-rata dua jam. Tapi syukur semua masih diberi kesehatan," ujar Atik.

Kepadatan pekerjaan panitia pelaksana di bagian kesekretariatan, ujar Atik, terjadi saat pelaksanaan registrasi peserta perkemahan. "Yang paling repot ya saat registrasi peserta," tutur Atik.

Rasa lelah dan stres diakui kerap melanda personel panitia pelaksana bidang kesekretariatan. Namun, suasana keakraban dan sikap orang-orang dalam panitia yang suka bercanda membuat suasana cair. "Sukanya ya orang-orang disini (pos kesekretariatan) seneng guyonan, jadi ya gak gampang stres dan kelelahan," tutur Iwan saat ditemui di pos kesekretariatan panitia pelaksana.

Datang paling awal ke lokasi perkemahan, seksi Kesekretariatan bakal menjadi bagian yang paling akhir untuk meninggalkan Bumi Perkemahan PP Babussalam. Itulah yang menjadikan seksi bagian ini menjadi seksi super sibuk di acara Perwimanas I. "Untungnya yang bagian kesekretariatan ini rata-rata masih single (lajang), jadi sudah siap jika harus datang awal dan pulang akhir," pungkas Iwan. (@Moh_syafii)

Jumat, 28 Juni 2013

Mojoagung, Jombang - Sebelum pamitan kepada masyarakat sekitar, peserta Perwimanas akan menyapa penduduk dengan atraksi karnaval.

"Setidaknya ada 40 kontingen karnaval yang akan mengelilingi dusun Kalibening," kata salah seorang panitia. Mereka akan berkumpul di depan masjid pesantren pada jam 13.30 WIB.

Selanjutnya para kontingen akan berangkat ke arah barat pesantren dan menempuh perjalanan sekitar 4 kilo meter.

Beberapa peserta sudah tampak mempersiapkan diri untuk ini. Apa saja atribut yang akan mereka pertontonkan, sepertinya telah disipakan.

Pantauan di lokasi perkemahan, sejumlah kontingen tampak telah selesai mempersiapkan diri. Ada juga yang masih mempersiapkan agar penampilannya sesuai harapan.

"Semoga ini akan menjadi tontonan yang menghibur kepada para penduduk sekitar," kata Nur Cholis dari panitia PW LP Ma'arif NU Jatim.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk rasa terimakasih kepada sejumlah penduduk Kalibening yang dengan sangat terbuka turut mensukseskan kegiatan Perwimanas. "Tanpa peran penduduk, mustahil acara akan berjalan lancar," pungkasnya. (a@if)

Sebagian peserta Perwimanas mnyiapkan diri jelang karnaval

Mojoagung, Jombang - Sebelum pamitan kepada masyarakat sekitar, peserta Perwimanas akan menyapa penduduk dengan atraksi karnaval.

"Setidaknya ada 40 kontingen karnaval yang akan mengelilingi dusun Kalibening," kata salah seorang panitia. Mereka akan berkumpul di depan masjid pesantren pada jam 13.30 WIB.

Selanjutnya para kontingen akan berangkat ke arah barat pesantren dan menempuh perjalanan sekitar 4 kilo meter.

Beberapa peserta sudah tampak mempersiapkan diri untuk ini. Apa saja atribut yang akan mereka pertontonkan, sepertinya telah disipakan.

Pantauan di lokasi perkemahan, sejumlah kontingen tampak telah selesai mempersiapkan diri. Ada juga yang masih mempersiapkan agar penampilannya sesuai harapan.

"Semoga ini akan menjadi tontonan yang menghibur kepada para penduduk sekitar," kata Nur Cholis dari panitia PW LP Ma'arif NU Jatim.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk rasa terimakasih kepada sejumlah penduduk Kalibening yang dengan sangat terbuka turut mensukseskan kegiatan Perwimanas. "Tanpa peran penduduk, mustahil acara akan berjalan lancar," pungkasnya. (a@if)

Sebagian peserta Perwimanas mnyiapkan diri jelang karnaval

Kak Hizbulloh HudaMojoagung, Jombang - Tidak semua orang bisa bergabung di kepanitiaan devisi IT. Hanya mereka yang memiliki jam terbang dan dedikasi tingi yang bisa terlibat di dalamnya. Pria inilah yang menjadi pandeganya.

Setiap usai shalat Magrib, Hizbulloh Huda terlihat lumayan sibuk. Sejumlah berkas dan keperluan lomba Aswaja secara online harus disiapkan. Dibantu sejumlah kawan dari devisi Informasi dan Teknologi (IT), pria kelahran Jombang ini memastikan seluruh laptop peserta dapat terkoneksi dengan baik sehingga dapat menjawab soal yang telah disipakan panitia.

Sesekali, alumnus Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya dan sejumlah panitia harus melakukan pengecekan kepada panitia yang laptopnya ternyata belum bisa tersambung. “Tolong dibantu ya?” katanya kepada pantita yang lain.

Cak Hiz, demikian ia biasa disapa. Untuk urusan online, rekan dari PW LP Ma’arif NU Jatim ini dianggap sebagai biangnya. “Wah, urusan seperti itu kasihkan saja ke Cak Hiz, dijamin beres,” kata Ali Muntofa. “Dia itu biangnya IT,” lanjutnya.

Untuk keperluan lomba Aswaja secara online, Cak Hiz harus datang berkali-kali ke PP Babusaalam untuk memastikan koneksi internet dan keperluan lain. “Konfigurasi harus sesuai dengan yang kita harapkan,” tandas alumnus pasca sarjana Pendidikan Bahasa Sastra Universitas Negeri Surabaya ini.

Mantan fasilitator kegiatan Sampoerna Corner (Perpustakaan Sampoerna) UNSRI, ITB, UNPAD, UNDIP, UGM, ITS, UB 2009-2010 ini tidak tampak terbebani dengan kegiatan olimpiade Aswaja online tersebut. Baginya, ini adalah diantara sumbangsihnya untuk Ma’arif NU.

“Untuk urusan Ma’arif, saya siap mas,” katanya dengan senyum khasnya.

Dan Alhamdulillah puncak olimpiade Aswaja yakni lomba cerdas cermat baik utuk perempuan dan laki-laki sudah selesai dituntaskan. Sukses itu tentu saja tidak lepas dari racikannya. (a@if)

Para peserta Olimpiade Aswaja terlihat sedang Berdo'a

Kak Hizbulloh HudaMojoagung, Jombang - Tidak semua orang bisa bergabung di kepanitiaan devisi IT. Hanya mereka yang memiliki jam terbang dan dedikasi tingi yang bisa terlibat di dalamnya. Pria inilah yang menjadi pandeganya.

Setiap usai shalat Magrib, Hizbulloh Huda terlihat lumayan sibuk. Sejumlah berkas dan keperluan lomba Aswaja secara online harus disiapkan. Dibantu sejumlah kawan dari devisi Informasi dan Teknologi (IT), pria kelahran Jombang ini memastikan seluruh laptop peserta dapat terkoneksi dengan baik sehingga dapat menjawab soal yang telah disipakan panitia.

Sesekali, alumnus Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya dan sejumlah panitia harus melakukan pengecekan kepada panitia yang laptopnya ternyata belum bisa tersambung. “Tolong dibantu ya?” katanya kepada pantita yang lain.

Cak Hiz, demikian ia biasa disapa. Untuk urusan online, rekan dari PW LP Ma’arif NU Jatim ini dianggap sebagai biangnya. “Wah, urusan seperti itu kasihkan saja ke Cak Hiz, dijamin beres,” kata Ali Muntofa. “Dia itu biangnya IT,” lanjutnya.

Untuk keperluan lomba Aswaja secara online, Cak Hiz harus datang berkali-kali ke PP Babusaalam untuk memastikan koneksi internet dan keperluan lain. “Konfigurasi harus sesuai dengan yang kita harapkan,” tandas alumnus pasca sarjana Pendidikan Bahasa Sastra Universitas Negeri Surabaya ini.

Mantan fasilitator kegiatan Sampoerna Corner (Perpustakaan Sampoerna) UNSRI, ITB, UNPAD, UNDIP, UGM, ITS, UB 2009-2010 ini tidak tampak terbebani dengan kegiatan olimpiade Aswaja online tersebut. Baginya, ini adalah diantara sumbangsihnya untuk Ma’arif NU.

“Untuk urusan Ma’arif, saya siap mas,” katanya dengan senyum khasnya.

Dan Alhamdulillah puncak olimpiade Aswaja yakni lomba cerdas cermat baik utuk perempuan dan laki-laki sudah selesai dituntaskan. Sukses itu tentu saja tidak lepas dari racikannya. (a@if)

Para peserta Olimpiade Aswaja terlihat sedang Berdo'a

Jombang - Perhelatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) 2013 akan berakhir pada Sabtu (29/6/2013) malam. Pada penyelenggaraan Perwimanas berikutnya, 4 Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma'arif dikabarkan sedang bersaing agar dipilih menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan Perwimanas kedua yang direncanakan bakal digelar pada tahun 2017 mendatang.


"Sudah ada empat PW Ma'arif yang menyatakan siap menjadi tuan rumah untuk Perwimanas berikutnya," ujar sumber terpercaya dari Pengurus Wilayah LP Ma'arif Jawa Timur, Sabtu (29/6/2013) pagi. Disebutkan, keempat PW LP Ma'arif yang siap menjadi tuan Perwimanas II adalah Propinsi Kalimantan Barat, Jambi, Lampung dan Jawa Tengah.

Untuk bisa menjadi tuan Perwimanas yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali ini, PW LP Ma'arif harus bisa memenuhi sejumlah kualifikasi yang disepakati dalam pertemuan antar PC dan PW LP Ma'arif se-Indonesia pada Jum'at (28/6/2013) malam. Kualifikasi tersebut antara lain, PW LP Ma'arif calon tuan rumah Perwimanas harus sudah pernah menggelar kegiatan serupa dalam skala regional. "Ini untuk mengukur kesiapan mereka dalam persiapan dan pelaksanaan perwimanas," ujar sumber tersebut.

Dia menambahkan, keputusan Propinsi mana yang akan menjadi tuan rumah Perwimanas II tahun 2017 akan diumumkan saat acara penutupan Perwimanas I. "Nanti malam akan diumumkan dan yang terpilih sebagai tuan rumah akan diserahi pataka (tongkat estafet) Perwimanas." pungkas dia.

Ketua Panitia Perwimanas dari PW LP Ma'arif Jawa Timur, Ali Musthofa mengatakan, pada Jum'at (28/6/2013) malam, di kediaman pengasuh PP Babussalam, Kalibening, Jombang, digelar acara Welcome Party bagi Panitia, Pengurus Ma'arif dari unsur PP, serta PW dan PC LP Ma'arif se-Indonesia. Dalam acara tersebut, PP LP Ma'arif melakukan konsolidasi antar PW dan PC LP Ma'arif.

Agenda penting lainnya yang juga dibicarakan dalam pertemuan antar PP dan PW serta PC Ma'arif se Indonesia pada Jum'at malam adalah peneguhan sikap LP Ma'arif untuk membentuk satuan komunitas (Sako) Ma'arif. "Ada pemantapan terkait pembentukan Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif," ujar Ali Musthofa.

Sementara itu, Perwimanas I yang digelar sejak 24 Juni lalu akan berakhir dan ditutup pada Sabtu (29/6/2013) malam. Manteri PDT, Helmi Faisal, direncanakan bakal menjadi inspektur pada upacara penutupan Perwimanas. Menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar yang hadir saat pembukaan juga diagendakan hadir pada saat penutupan.

Selain dua menteri, Ketua Umum PP Fatayat NU, Khofifah Indar Parawansa, dan juga pedangdut Rhoma Irama bersama putra yakni Ridlo Rhoma dikabarkan bakal menyemarakkan acara penutupan Perwimanas.

Jombang - Perhelatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) 2013 akan berakhir pada Sabtu (29/6/2013) malam. Pada penyelenggaraan Perwimanas berikutnya, 4 Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma'arif dikabarkan sedang bersaing agar dipilih menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan Perwimanas kedua yang direncanakan bakal digelar pada tahun 2017 mendatang.


"Sudah ada empat PW Ma'arif yang menyatakan siap menjadi tuan rumah untuk Perwimanas berikutnya," ujar sumber terpercaya dari Pengurus Wilayah LP Ma'arif Jawa Timur, Sabtu (29/6/2013) pagi. Disebutkan, keempat PW LP Ma'arif yang siap menjadi tuan Perwimanas II adalah Propinsi Kalimantan Barat, Jambi, Lampung dan Jawa Tengah.

Untuk bisa menjadi tuan Perwimanas yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali ini, PW LP Ma'arif harus bisa memenuhi sejumlah kualifikasi yang disepakati dalam pertemuan antar PC dan PW LP Ma'arif se-Indonesia pada Jum'at (28/6/2013) malam. Kualifikasi tersebut antara lain, PW LP Ma'arif calon tuan rumah Perwimanas harus sudah pernah menggelar kegiatan serupa dalam skala regional. "Ini untuk mengukur kesiapan mereka dalam persiapan dan pelaksanaan perwimanas," ujar sumber tersebut.

Dia menambahkan, keputusan Propinsi mana yang akan menjadi tuan rumah Perwimanas II tahun 2017 akan diumumkan saat acara penutupan Perwimanas I. "Nanti malam akan diumumkan dan yang terpilih sebagai tuan rumah akan diserahi pataka (tongkat estafet) Perwimanas." pungkas dia.

Ketua Panitia Perwimanas dari PW LP Ma'arif Jawa Timur, Ali Musthofa mengatakan, pada Jum'at (28/6/2013) malam, di kediaman pengasuh PP Babussalam, Kalibening, Jombang, digelar acara Welcome Party bagi Panitia, Pengurus Ma'arif dari unsur PP, serta PW dan PC LP Ma'arif se-Indonesia. Dalam acara tersebut, PP LP Ma'arif melakukan konsolidasi antar PW dan PC LP Ma'arif.

Agenda penting lainnya yang juga dibicarakan dalam pertemuan antar PP dan PW serta PC Ma'arif se Indonesia pada Jum'at malam adalah peneguhan sikap LP Ma'arif untuk membentuk satuan komunitas (Sako) Ma'arif. "Ada pemantapan terkait pembentukan Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif," ujar Ali Musthofa.

Sementara itu, Perwimanas I yang digelar sejak 24 Juni lalu akan berakhir dan ditutup pada Sabtu (29/6/2013) malam. Manteri PDT, Helmi Faisal, direncanakan bakal menjadi inspektur pada upacara penutupan Perwimanas. Menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar yang hadir saat pembukaan juga diagendakan hadir pada saat penutupan.

Selain dua menteri, Ketua Umum PP Fatayat NU, Khofifah Indar Parawansa, dan juga pedangdut Rhoma Irama bersama putra yakni Ridlo Rhoma dikabarkan bakal menyemarakkan acara penutupan Perwimanas.

Mojoagung, Jombang - Perhelatan Perwimanas tidak hanya membutuhkan sejumlah konsep yang bisa diterima para kontingen, juga ketahan fisik yang tangguh. Pria ini bisa melawati hari-hari penuh tantangan itu.

Di antara pantia yang terlihat harus pontang-panting adalah Ali Mustofa. Ia dipercaya sebagai ketua pantia Perwimanas tingkat wilayah Jawa Timur. Tentu saja, dialah yang menjadi jembatan  komunikasi antara pantia pusat di Jakarta dengan panitia yang ada di Jombang.

Kak Ali Mustofa
Kak Ali Mustofa

Tugasnya semakin berat kalau ada pejabat dari Jakarta atau Jawa Timur yang datang. “Jangan sampai ada miskomunikasi,” katanya.

Karena itu ia sudah terbiasa dikonfirmasi banyak orang, termasuk mereka yang bertanya sambil marah-marah. “Itu sudah resiko kang,” katanya dengan senyum khasnya.

Namun sejumlah tokoh telah berhasil datang dan menyatakan puas dengan kegitan pertama perkemahan tingkat nasional ini. “Syukurlah semua menyatakan puas atas kerja panitia,” kata dosen IAIN Sunan Ampel ini.

Karena itu, untuk menunjang mobilitasnya yang demikian tinggi, ia mengimbangi dengan sejumlah makanan penunjang. Tidak jarang  pria asli Ponorogo ini harus sesekali ke Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren) untuk meminta sejumlah suplemen agar fisiknya tetap vit.

Namun kondisinya sempat drop saat kehadiran Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf. Tengah malam, terpaksa ia meminta tolong untuk dipijat seadanya.

Dan sangat kelihatan kalau Kak Ali benar-benar kecapekan. Usai dipijat, ia pun terlelap di depan teras. Rokok dan Blackberry-nya tergeletak. Untungnya kamanan di depan posko panitia wilayah aman terkendali. Kalau tidak? Bisa melayang tuh Blackberry serta rokoknya.

Jelang penutupan nanti malam, Kak Ali kian sumringah. Ia berharap prosesi nanti malam akan berjalan sesuai harapan. “Doakan penutupan lancar ya mas,” pungkasnya.

Mojoagung, Jombang - Perhelatan Perwimanas tidak hanya membutuhkan sejumlah konsep yang bisa diterima para kontingen, juga ketahan fisik yang tangguh. Pria ini bisa melawati hari-hari penuh tantangan itu.

Di antara pantia yang terlihat harus pontang-panting adalah Ali Mustofa. Ia dipercaya sebagai ketua pantia Perwimanas tingkat wilayah Jawa Timur. Tentu saja, dialah yang menjadi jembatan  komunikasi antara pantia pusat di Jakarta dengan panitia yang ada di Jombang.

Kak Ali Mustofa
Kak Ali Mustofa

Tugasnya semakin berat kalau ada pejabat dari Jakarta atau Jawa Timur yang datang. “Jangan sampai ada miskomunikasi,” katanya.

Karena itu ia sudah terbiasa dikonfirmasi banyak orang, termasuk mereka yang bertanya sambil marah-marah. “Itu sudah resiko kang,” katanya dengan senyum khasnya.

Namun sejumlah tokoh telah berhasil datang dan menyatakan puas dengan kegitan pertama perkemahan tingkat nasional ini. “Syukurlah semua menyatakan puas atas kerja panitia,” kata dosen IAIN Sunan Ampel ini.

Karena itu, untuk menunjang mobilitasnya yang demikian tinggi, ia mengimbangi dengan sejumlah makanan penunjang. Tidak jarang  pria asli Ponorogo ini harus sesekali ke Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren) untuk meminta sejumlah suplemen agar fisiknya tetap vit.

Namun kondisinya sempat drop saat kehadiran Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf. Tengah malam, terpaksa ia meminta tolong untuk dipijat seadanya.

Dan sangat kelihatan kalau Kak Ali benar-benar kecapekan. Usai dipijat, ia pun terlelap di depan teras. Rokok dan Blackberry-nya tergeletak. Untungnya kamanan di depan posko panitia wilayah aman terkendali. Kalau tidak? Bisa melayang tuh Blackberry serta rokoknya.

Jelang penutupan nanti malam, Kak Ali kian sumringah. Ia berharap prosesi nanti malam akan berjalan sesuai harapan. “Doakan penutupan lancar ya mas,” pungkasnya.

Mojoagung, Jombang - Tidak terasa, kebersamaan selama perkemahan akan berakhir nanti malam. Dan sejumlah tokoh berkenan hadir menutup acara ini.


Siapa saja yang akan hadir pada malam penutupan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) sudah dapat dipastikan. Ketua panitia wilayah, Ali Mustofa memastikan sejumlah nama besar.

“Yang sudah pasti hadir adalah Bapak Muhaimin Iskandar, Helmy Faishal Zaini, serta Khofifah Indar Parawansa,” kata Kak Ali (30/6).

Muhamimin Iskandar adalag Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sedangkan Helmy Faishal Zaini tercatat sebagai Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT), sedangkan Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU.

Ali Musthofa sangat bangga dengan kehadiran dan antusian sejumlah menteri dan tokoh tersebut. “Pak Muhaimin malah datang saat pembukaan serta penutupan,” tandas Ali Mustofa.

Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel ini menandaskan bahwa kehadiran sejumlah tokoh pentimng itu sebagai tambahan stimulus khususnya kepada para peserta perkemahan. “Para peserta pasti akan mencatat dan menyimpan dalam memori mereka atas kegiatan ini,” tandasnya. “Demikian juga kehadiran para tokoh nasional tersebut,” lanjutnya.

Penutupan rangkaian Perwimanas akan dilaksanakan nanti malam jam 19.00 WIB. Dimungkinkan nanti juga akan diumumkan tuan rumah pelaksanaan Perwimanas edisi kedua. (s@if)

Mojoagung, Jombang - Tidak terasa, kebersamaan selama perkemahan akan berakhir nanti malam. Dan sejumlah tokoh berkenan hadir menutup acara ini.


Siapa saja yang akan hadir pada malam penutupan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) sudah dapat dipastikan. Ketua panitia wilayah, Ali Mustofa memastikan sejumlah nama besar.

“Yang sudah pasti hadir adalah Bapak Muhaimin Iskandar, Helmy Faishal Zaini, serta Khofifah Indar Parawansa,” kata Kak Ali (30/6).

Muhamimin Iskandar adalag Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sedangkan Helmy Faishal Zaini tercatat sebagai Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT), sedangkan Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU.

Ali Musthofa sangat bangga dengan kehadiran dan antusian sejumlah menteri dan tokoh tersebut. “Pak Muhaimin malah datang saat pembukaan serta penutupan,” tandas Ali Mustofa.

Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel ini menandaskan bahwa kehadiran sejumlah tokoh pentimng itu sebagai tambahan stimulus khususnya kepada para peserta perkemahan. “Para peserta pasti akan mencatat dan menyimpan dalam memori mereka atas kegiatan ini,” tandasnya. “Demikian juga kehadiran para tokoh nasional tersebut,” lanjutnya.

Penutupan rangkaian Perwimanas akan dilaksanakan nanti malam jam 19.00 WIB. Dimungkinkan nanti juga akan diumumkan tuan rumah pelaksanaan Perwimanas edisi kedua. (s@if)

Jombang - Olimpiade Aswaja sebagai salah satu kegiatan di Perwimanas pertama tahun 2013, berakhir pada Jum'at (28/6/2013) malam. Regu Putra utusan dari PC LP Ma'arif Kabupaten Pasuruan Jawa Timur berhasil tampil sebagai kampiun pada babak akhir Olimpiade Aswaja.

Olimpiade aswaja menjadi kegiatan asah otak di arena Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) yang berlangsung di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pada babak final olimpiade yang dikemas dengan sistem Cerdas Cermat Aswaja, regu dari Kabupaten Pasuruan berhasil meraih poin tertinggi.

Peserta olimpaide Aswaja berpose di panggung cerdas cermat Aswaja
Peserta olimpaide Aswaja berpose di panggung cerdas cermat Aswaja

Regu dari Kabupaten Pasuruan yang digawangi oleh Asmoro, Muhammad As'ad dan Muhammad Nur Kholis, perolehan suaranya mampu mengungguli regu dari Kabupaten Gresik, Sumenep dan dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai juara kedua adalah utusan dari PC LP Ma'arif Kabupaten Gresik, disusul berikutnya sebagai juara ketiga adalah Kabupaten Sumenep.

Dalam proses cerdas cermat Aswaja yang diselenggarakan di halaman Masjid Babussalam, Asmoro, Muhammad As'ad dan Muhammad Nur Kholis mampu menjawab pertanyaan pertanyaan krusial yang diajukan kepada mereka. Jawaban-jawaban lugas mereka yang tergabung dalam regu D cerdas cermat Aswaja mampu menarik perhatian para juri yang terdiri dari Baidlowi Mufti, Hadi Syaifudin, Hiszbullah Huda.

Pada kalkulasi akhir, PC LP Ma'arif Kabupaten Pasuruan mampu mengumpulkan nilai sebanyak 1.693. Sementara, regu dari Kabupaten Gresik (regu C) mengumpulkan nilai 1.110, sedangkan Kabupaten Sumenep (regu B) mungumpulkan poin sebanyak 1.081. Sedangkan, kontingen NTB (regu A) meraih nilai terendah diantara peserta lainnya.

Cerdas cermat aswaja merupakan babak final dari kegiatan olimpiade aswaja di arena Perwimanas. Hizbulloh Huda, Panitia bidang IT dan Media yang menangani pelaksanaan Olimpiade Aswaja mengungkapkan, untuk bisa mengikuti cerdas cermat aswaja, masing - masing kontingen peserta harus mampu melampaui proses seleksi panjang dan berliku. "Yang ikut cerdas cermat aswaja betul betul sudah terseleksi," ujar dia.

Proses seleksi olimpiade aswaja, lanjut Hizbulloh, dimulai dengan babak penyisihan. Babak penyisihan terdiri dari babak 1 dan babak 2 yang dilakukan secara online. Pada babak penyisihan pertama, terdapat 60 regu atau kontingen yang berpacu untuk mendapatkan nilai terbaik melalui sistem online.

"Dari 60 kontingen atau regu yang ikut seleksi secara online, dipilih 30 peserta untuk ikut pada penyisihan kedua. Nah, dari 30 ini, dipilih 4 peserta untuk mengikuti babak final yang dilaksanakan dengan sistem cerdas cermat," pungkas Hizbulloh.

Sementara itu, pada malam sebelumnya, regu putri utusan dari PC LP Ma'arif Kencong, Jawa Timur berhasil menjadi juara pada olimpiade aswaja kelompok putri. Kontingen ini berhasil mengumpulkan nilai 885. (@Moh_Syafii)

Jombang - Olimpiade Aswaja sebagai salah satu kegiatan di Perwimanas pertama tahun 2013, berakhir pada Jum'at (28/6/2013) malam. Regu Putra utusan dari PC LP Ma'arif Kabupaten Pasuruan Jawa Timur berhasil tampil sebagai kampiun pada babak akhir Olimpiade Aswaja.

Olimpiade aswaja menjadi kegiatan asah otak di arena Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) yang berlangsung di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pada babak final olimpiade yang dikemas dengan sistem Cerdas Cermat Aswaja, regu dari Kabupaten Pasuruan berhasil meraih poin tertinggi.

Peserta olimpaide Aswaja berpose di panggung cerdas cermat Aswaja
Peserta olimpaide Aswaja berpose di panggung cerdas cermat Aswaja

Regu dari Kabupaten Pasuruan yang digawangi oleh Asmoro, Muhammad As'ad dan Muhammad Nur Kholis, perolehan suaranya mampu mengungguli regu dari Kabupaten Gresik, Sumenep dan dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai juara kedua adalah utusan dari PC LP Ma'arif Kabupaten Gresik, disusul berikutnya sebagai juara ketiga adalah Kabupaten Sumenep.

Dalam proses cerdas cermat Aswaja yang diselenggarakan di halaman Masjid Babussalam, Asmoro, Muhammad As'ad dan Muhammad Nur Kholis mampu menjawab pertanyaan pertanyaan krusial yang diajukan kepada mereka. Jawaban-jawaban lugas mereka yang tergabung dalam regu D cerdas cermat Aswaja mampu menarik perhatian para juri yang terdiri dari Baidlowi Mufti, Hadi Syaifudin, Hiszbullah Huda.

Pada kalkulasi akhir, PC LP Ma'arif Kabupaten Pasuruan mampu mengumpulkan nilai sebanyak 1.693. Sementara, regu dari Kabupaten Gresik (regu C) mengumpulkan nilai 1.110, sedangkan Kabupaten Sumenep (regu B) mungumpulkan poin sebanyak 1.081. Sedangkan, kontingen NTB (regu A) meraih nilai terendah diantara peserta lainnya.

Cerdas cermat aswaja merupakan babak final dari kegiatan olimpiade aswaja di arena Perwimanas. Hizbulloh Huda, Panitia bidang IT dan Media yang menangani pelaksanaan Olimpiade Aswaja mengungkapkan, untuk bisa mengikuti cerdas cermat aswaja, masing - masing kontingen peserta harus mampu melampaui proses seleksi panjang dan berliku. "Yang ikut cerdas cermat aswaja betul betul sudah terseleksi," ujar dia.

Proses seleksi olimpiade aswaja, lanjut Hizbulloh, dimulai dengan babak penyisihan. Babak penyisihan terdiri dari babak 1 dan babak 2 yang dilakukan secara online. Pada babak penyisihan pertama, terdapat 60 regu atau kontingen yang berpacu untuk mendapatkan nilai terbaik melalui sistem online.

"Dari 60 kontingen atau regu yang ikut seleksi secara online, dipilih 30 peserta untuk ikut pada penyisihan kedua. Nah, dari 30 ini, dipilih 4 peserta untuk mengikuti babak final yang dilaksanakan dengan sistem cerdas cermat," pungkas Hizbulloh.

Sementara itu, pada malam sebelumnya, regu putri utusan dari PC LP Ma'arif Kencong, Jawa Timur berhasil menjadi juara pada olimpiade aswaja kelompok putri. Kontingen ini berhasil mengumpulkan nilai 885. (@Moh_Syafii)

Jombang - Kegiatan ziarah wali lima yang setiap hari diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan Perwimanas, selalu dimulai dengan menziarahi sebuah makam di belakang PP. Babussalam. Makam itu tidak lain adalah tempat disemayamkannya almarhum KH. M. Yazid Nur, pendiri sekaligus orang tua KH. Salmanudin Yazid, pengasuh utama pesantren Babussalam.

Para peserta Perwimanas di makam KH. Yazid Nur sebelum melanjutkan acara ziarah ke makam para wali di Jawa Timur.
Para peserta Perwimanas di makam KH. Yazid Nur sebelum melanjutkan acara ziarah ke makam para wali di Jawa Timur.

Kyai Yazid meninggal di saat pesantren yang didirikannya masih memiliki santri berjumlah 91 orang. Saat ini, tidak kurang dari seribu santri mengais ilmu di pesantren yang sejak dari awal membuka program tahfidzul qur'an ini.

Ditemui saat makan siang, putra bungsu Kyai Yazid, KH. Sa'durohim Yazid didampingi KH. Salmanudin Yazid menceritakan, jauh sebelum PP Babussalam didirikan pada tahun 1971, cikal bakal pesantren sudah nampak sejak tahun 1931. Sat itu eyangnya, yaitu Kyai Nur Syahid, berhasil menggalang remaja dan pemuda desa setempat untuk diajak latihan pencak silat.

"Jaman sebelum kemerdekaan dulu, tahun 1931,  tempat ini sudah menjadi pusat latihan pencak silat bagi pemuda-pemuda Kalibening dan sekitarnya. Jadi dari awal memang tempat ngumpulnya orang ya di sini ini," terang kyai muda yang akrab di panggil Gus Rohim ini.

Pada awal pendiriannya, pesantren ini hanya membuka pendidikan Diniyyah dan Tahfidzul Qur'an. Dibantu menatu dari putri sulungnya, Kyai Yazid setiap hari mengajarkan kitab-kitab klasik, sementara menantunya bertugas menerima setoran hafalan Al Qur'an dari santri-santri yang mengambil program tahfidz.

Saat ini, pesantren sudah sedemikian berkembang. Dipandegani putra keduanya, KH. Salmanudin dengan dibantu seluruh keluarga dan tokoh masyarakat setempat, sekarang PP Babussalam sudah memiliki unit-unit pendidikan formal, mulai dari RA hingga Madrasah Aliyah.

"Bahkan saat ini instrumen pendukung juga sudah banyak kita miliki. Untuk urusan keuangan di lingkungan pesantren kita punya BMT (Baitul Mal Wat Tamwil). Urusan kesehatan kita juga sudah bangun Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren). Terakhir kita bangun Bumi Perkemahan," terang KH. Salmanudin yang biasa di panggil Gus Salman.

Dalam waktu dekat, menurut pengakuan Gus Salman, Babussalam akan mendirikan perguruan tinggi. Embrio untuk itu sudah ada sejak benerapa tahun terakhir. "Kita sudah lama bekerja sama dengan IKAHA Tebuireng dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Do'akan segera realisasi," tutur alumni Madrasatul Qur'an Tebuireng ini.

Kyai Yazid dipanggil ke hadirat Allah SWT pada tahun 2001. Beliau meninggalkan 2 orang putra dan 2 orang putri. Putri sulungnya Hj. Nurul Yatimah diperisteri oleh KH. Shofari Rohman, SQ. yang membidangi Tahfidzul Qur'an.

Putra kedua adalah KH. Salmanudin yang menikahi Hj. Ema Ervina. Beliaulah yang mandegani seluruh management pesantren, termasuk sebagai tuan rumah dalam Perwimanas ini.

Putri ketiganya, Hj. Nurul Yaminah diperisteri oleh H. Muhajirin yang dipercaya memgelola seluruh urusan pendidikan formal di Babusalam. Sementara putra bungsu, KH. Sa'durrohim yang memperisteri Hj. Maslihah kebagian konsentrasi mendidik para santri di pesantren.(sol)

Jombang - Kegiatan ziarah wali lima yang setiap hari diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan Perwimanas, selalu dimulai dengan menziarahi sebuah makam di belakang PP. Babussalam. Makam itu tidak lain adalah tempat disemayamkannya almarhum KH. M. Yazid Nur, pendiri sekaligus orang tua KH. Salmanudin Yazid, pengasuh utama pesantren Babussalam.

Para peserta Perwimanas di makam KH. Yazid Nur sebelum melanjutkan acara ziarah ke makam para wali di Jawa Timur.
Para peserta Perwimanas di makam KH. Yazid Nur sebelum melanjutkan acara ziarah ke makam para wali di Jawa Timur.

Kyai Yazid meninggal di saat pesantren yang didirikannya masih memiliki santri berjumlah 91 orang. Saat ini, tidak kurang dari seribu santri mengais ilmu di pesantren yang sejak dari awal membuka program tahfidzul qur'an ini.

Ditemui saat makan siang, putra bungsu Kyai Yazid, KH. Sa'durohim Yazid didampingi KH. Salmanudin Yazid menceritakan, jauh sebelum PP Babussalam didirikan pada tahun 1971, cikal bakal pesantren sudah nampak sejak tahun 1931. Sat itu eyangnya, yaitu Kyai Nur Syahid, berhasil menggalang remaja dan pemuda desa setempat untuk diajak latihan pencak silat.

"Jaman sebelum kemerdekaan dulu, tahun 1931,  tempat ini sudah menjadi pusat latihan pencak silat bagi pemuda-pemuda Kalibening dan sekitarnya. Jadi dari awal memang tempat ngumpulnya orang ya di sini ini," terang kyai muda yang akrab di panggil Gus Rohim ini.

Pada awal pendiriannya, pesantren ini hanya membuka pendidikan Diniyyah dan Tahfidzul Qur'an. Dibantu menatu dari putri sulungnya, Kyai Yazid setiap hari mengajarkan kitab-kitab klasik, sementara menantunya bertugas menerima setoran hafalan Al Qur'an dari santri-santri yang mengambil program tahfidz.

Saat ini, pesantren sudah sedemikian berkembang. Dipandegani putra keduanya, KH. Salmanudin dengan dibantu seluruh keluarga dan tokoh masyarakat setempat, sekarang PP Babussalam sudah memiliki unit-unit pendidikan formal, mulai dari RA hingga Madrasah Aliyah.

"Bahkan saat ini instrumen pendukung juga sudah banyak kita miliki. Untuk urusan keuangan di lingkungan pesantren kita punya BMT (Baitul Mal Wat Tamwil). Urusan kesehatan kita juga sudah bangun Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren). Terakhir kita bangun Bumi Perkemahan," terang KH. Salmanudin yang biasa di panggil Gus Salman.

Dalam waktu dekat, menurut pengakuan Gus Salman, Babussalam akan mendirikan perguruan tinggi. Embrio untuk itu sudah ada sejak benerapa tahun terakhir. "Kita sudah lama bekerja sama dengan IKAHA Tebuireng dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Do'akan segera realisasi," tutur alumni Madrasatul Qur'an Tebuireng ini.

Kyai Yazid dipanggil ke hadirat Allah SWT pada tahun 2001. Beliau meninggalkan 2 orang putra dan 2 orang putri. Putri sulungnya Hj. Nurul Yatimah diperisteri oleh KH. Shofari Rohman, SQ. yang membidangi Tahfidzul Qur'an.

Putra kedua adalah KH. Salmanudin yang menikahi Hj. Ema Ervina. Beliaulah yang mandegani seluruh management pesantren, termasuk sebagai tuan rumah dalam Perwimanas ini.

Putri ketiganya, Hj. Nurul Yaminah diperisteri oleh H. Muhajirin yang dipercaya memgelola seluruh urusan pendidikan formal di Babusalam. Sementara putra bungsu, KH. Sa'durrohim yang memperisteri Hj. Maslihah kebagian konsentrasi mendidik para santri di pesantren.(sol)

Jombang - Keamanan adalah unsur penting dalam pelaksanaan Perwimanas di Bumi Perkemahan PP Babussalam Kalibening Mojoagung Jombang. Banser sebagai salah satu elemen NU tak luput dari seluruh rangkaian kegiatan di Perwimanas. Bersama petugas kemanan dari Polri, TNI dan Linmas, Banser bersinergi dan berbagi tugas untuk mengamankan jalannya perkemahan ala NU ini. Bagaimana kiprah Banser ? Yuk kita intip ..

Pagi pukul 08.45 tepat, anggota Banser yang sudah menjalankan tugas sejak pukul 01.00 dini hari, sudah harus menyiapkan Berita Acara Pengamanan (BAP). Pukul 09.00 tepat, mereka lepas dinas setelah menyerahkan BAP kepada petugas jaga selanjutnya. Demikian juga pergantian jaga pada pukul 17.00 dan pukul 01.00. Demikian terus dilakukan tida kali shift dalam sehari dengan teknis rolling seluruh anggota Banser Satkoryon Mojoagung.

Salah satu personel Banser sedang berpatroli mengelilingi seluruh area perkemahan

"Ada 60 anggota Banser yang kita libatkan dalam kegiatan perkemahan ini. Mereka kita rolling kedalam tiga shift selama enam hari masa perkemahan," ungkap Komandan Banser Satkoryon Mojoagung, Buchori Alwi.

Dipaparkan Buchori, Pos utama mereka berada tepat di pintu masuk arena perkemahan. Untuk alokasi waktu, dalam sehari satu group Banser yang terdiri dari 5 orang bertugas selama 8 jam. Shift 1 mulai pukul 09.00 sampai 17.00, shift 2 mulai pukul 17.00 sampai 01.00 dan shift 3 mulai pukul 01.00 sampai 09.00.

Menurut Buchori, tugas utama Banser dalam Perwimanas ini adalah membantu kepolisian dan panitia untuk menjaga kelancaran dan keamanan pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan Perwimanas. "Ya, mulai dari membantu menertibkan lalu lintas, pengawalan tamu VIP, pengendalian massa saat ada kegiatan yang mengundang banyak orang," terang Buchori.

Untuk menjamin Perwimanas berlangsung dengan aman, Buchori dan rekan-rekannya harus ekstra waspada. Keberadaan tenda-tenda peserta yang tersebar di atas lahan seluas 8 hektare memaksa personel jaga dari Banser untuk terus mengintensifkan pemantauan.

"Memang harus begitu. Untuk berjalan mengitari lahan sambil memantau kemungkinan yang tidak diinginkan, kita membutuhkan waktu 60 menit. Unyk itu, setiap satu jam sekali 2 personil kita tugasi patroli. Sampai di Posko, 2 personil laninnya giliran yang patroli. Begitu terus selama shift," terang pria tiga putra ini.(sol)

Jombang - Keamanan adalah unsur penting dalam pelaksanaan Perwimanas di Bumi Perkemahan PP Babussalam Kalibening Mojoagung Jombang. Banser sebagai salah satu elemen NU tak luput dari seluruh rangkaian kegiatan di Perwimanas. Bersama petugas kemanan dari Polri, TNI dan Linmas, Banser bersinergi dan berbagi tugas untuk mengamankan jalannya perkemahan ala NU ini. Bagaimana kiprah Banser ? Yuk kita intip ..

Pagi pukul 08.45 tepat, anggota Banser yang sudah menjalankan tugas sejak pukul 01.00 dini hari, sudah harus menyiapkan Berita Acara Pengamanan (BAP). Pukul 09.00 tepat, mereka lepas dinas setelah menyerahkan BAP kepada petugas jaga selanjutnya. Demikian juga pergantian jaga pada pukul 17.00 dan pukul 01.00. Demikian terus dilakukan tida kali shift dalam sehari dengan teknis rolling seluruh anggota Banser Satkoryon Mojoagung.

Salah satu personel Banser sedang berpatroli mengelilingi seluruh area perkemahan

"Ada 60 anggota Banser yang kita libatkan dalam kegiatan perkemahan ini. Mereka kita rolling kedalam tiga shift selama enam hari masa perkemahan," ungkap Komandan Banser Satkoryon Mojoagung, Buchori Alwi.

Dipaparkan Buchori, Pos utama mereka berada tepat di pintu masuk arena perkemahan. Untuk alokasi waktu, dalam sehari satu group Banser yang terdiri dari 5 orang bertugas selama 8 jam. Shift 1 mulai pukul 09.00 sampai 17.00, shift 2 mulai pukul 17.00 sampai 01.00 dan shift 3 mulai pukul 01.00 sampai 09.00.

Menurut Buchori, tugas utama Banser dalam Perwimanas ini adalah membantu kepolisian dan panitia untuk menjaga kelancaran dan keamanan pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan Perwimanas. "Ya, mulai dari membantu menertibkan lalu lintas, pengawalan tamu VIP, pengendalian massa saat ada kegiatan yang mengundang banyak orang," terang Buchori.

Untuk menjamin Perwimanas berlangsung dengan aman, Buchori dan rekan-rekannya harus ekstra waspada. Keberadaan tenda-tenda peserta yang tersebar di atas lahan seluas 8 hektare memaksa personel jaga dari Banser untuk terus mengintensifkan pemantauan.

"Memang harus begitu. Untuk berjalan mengitari lahan sambil memantau kemungkinan yang tidak diinginkan, kita membutuhkan waktu 60 menit. Unyk itu, setiap satu jam sekali 2 personil kita tugasi patroli. Sampai di Posko, 2 personil laninnya giliran yang patroli. Begitu terus selama shift," terang pria tiga putra ini.(sol)

Jombang - Ada ada saja cara Gus Ipul (Syaifullah Yusuf) untuk menyemangati para anggota pramuka. Pada kunjungannya ke Perkemahan Wirakarya Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/6/2013) malam, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur ini melontarkan celetukan khas Suroboyoan.

Ka Kwarda Jatim, Gus Ipul menerima cinderamata Perwimanas dari Ketua PW LP Ma'arif Jawa Timur, Akhmad Muzakki
Ka Kwarda Jatim, Gus Ipul menerima cinderamata Perwimanas dari Ketua PW LP Ma'arif Jawa Timur, Akhmad Muzakki

Dihadapan ribuan peserta dan pengunjung acara pentas seni dan budaya pada kegiatan Perwimanas, Gus Ipul berpesan agar kader Pramuka Ma'arif tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Masa muda merupakan masa yang penting bagi masa depan diri dan bangsa. Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengakui bahwa kepramukaan merupakan kegiatan yang penting untuk diikuti dan bermanfaat bagi pengembangan diri kader muda. "Kegiatan pramuka itu kegiatan yang positif," ujar Gus Ipul.

Salah seorang Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini banyak mengulas tentang pramuka, narkoba dan generasi muda. Ditengah-tengah ceramahnya, Gus Ipul sesekali melontarkan celetukan dan kelakar yang membuat senyum para peserta dan pengunjung Perwimanas tersenyum lebar dan tertawa.

"Iwak Peyek Sego Tahu, Sampek Tuwek Pramuka Cewek Tetep Ayu, (Lauk peyek nasi tahu, sampai tua cewek pramuka tetap cantik)," lontar Gus Ipul yang disambut dengan tepuk tangan peserta Perwimanas.

Kontingen Perwimanas dari Kabupaten Lumajang bahkan memberi apresiasi atas kelakar-kelakar Ka Kwarda Jatim ini dengan yel-yel khusus. "Jempol, prok prok prok, jempol, prok prok prok, bagusss," demikian yel-yel dari Kontingen Perwimanas dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (@moh_syafii)

Jombang - Ada ada saja cara Gus Ipul (Syaifullah Yusuf) untuk menyemangati para anggota pramuka. Pada kunjungannya ke Perkemahan Wirakarya Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/6/2013) malam, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur ini melontarkan celetukan khas Suroboyoan.

Ka Kwarda Jatim, Gus Ipul menerima cinderamata Perwimanas dari Ketua PW LP Ma'arif Jawa Timur, Akhmad Muzakki
Ka Kwarda Jatim, Gus Ipul menerima cinderamata Perwimanas dari Ketua PW LP Ma'arif Jawa Timur, Akhmad Muzakki

Dihadapan ribuan peserta dan pengunjung acara pentas seni dan budaya pada kegiatan Perwimanas, Gus Ipul berpesan agar kader Pramuka Ma'arif tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Masa muda merupakan masa yang penting bagi masa depan diri dan bangsa. Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengakui bahwa kepramukaan merupakan kegiatan yang penting untuk diikuti dan bermanfaat bagi pengembangan diri kader muda. "Kegiatan pramuka itu kegiatan yang positif," ujar Gus Ipul.

Salah seorang Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini banyak mengulas tentang pramuka, narkoba dan generasi muda. Ditengah-tengah ceramahnya, Gus Ipul sesekali melontarkan celetukan dan kelakar yang membuat senyum para peserta dan pengunjung Perwimanas tersenyum lebar dan tertawa.

"Iwak Peyek Sego Tahu, Sampek Tuwek Pramuka Cewek Tetep Ayu, (Lauk peyek nasi tahu, sampai tua cewek pramuka tetap cantik)," lontar Gus Ipul yang disambut dengan tepuk tangan peserta Perwimanas.

Kontingen Perwimanas dari Kabupaten Lumajang bahkan memberi apresiasi atas kelakar-kelakar Ka Kwarda Jatim ini dengan yel-yel khusus. "Jempol, prok prok prok, jempol, prok prok prok, bagusss," demikian yel-yel dari Kontingen Perwimanas dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (@moh_syafii)

Jombang - Peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) kembali mendapatkan kunjungan istimewa dari tokoh dan pejabat. Pada hari keempat pelaksanaan Perwimanas, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) menyapa peserta Perwimanas di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Gus Ipul, Wakil Gubernur Jatim ini datang ke lokasi Perwimanas pada Kamis (27/6/2013) malam. Datang sekitar pukul 7 malam, Gus Ipul terlebih dulu mampir di Kediaman Pengasuh Pesantren Babussalam, Kalibening, Jombang KH. Salmanuddin. Setelah beramah tamah dengan pengasuh pesantren, Ka Kwarda Jatim ini mengunjungi lokasi perkemahan yang terletak disebelah selatan PP Babussalam.

Kedatangan Gus Ipul ke areal perkemahan Perwimanas disambut oleh alunan musik dan atraksi kesenian tradisional Tulungagung, Jawa Timur. Mantan Menteri PDT era Presiden SBY ini bahkan sempat nimbrung dengan para penabuh musik. "Ini dari kontingen mana?" tanya dia. "Dari Tulungagung, Gus," jawab salah seorang anggota tim kesenian.

Gus Ipul saat mengunjungi tenda perkemahan kontingen Kabupaten Nganjuk Jawa Timur
Perwimanas - Gus Ipul saat mengunjungi tenda perkemahan kontingen Kabupaten Nganjuk Jawa Timur

Gus Ipul selanjutnya berjalan menuju lokasi tenda perkemahan peserta dan berhenti di tenda kontingan putri dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. "Gus minta tanda tangannya," ujar para penghuni tenda kontingen Perwimanas asal Nganjuk yang keluar menyambut kedatangan Gus Ipul. Permintaan itu pun dilayani oleh Ka Kwarda Jatim ini. "Mudah-mudahan yang ikut kemah diberi kesehatan oleh Allah," ujar Gus Ipul sembari beranjak menuju lokasi pentas seni dan budaya Nusantara dilokasi Perwimanas.

Di Panggung pentas seni dan budaya Nusantara Perwimanas, Gus Ipul selanjutnya menyampaikan ceramah singkat dan berdialog dengan peserta Perwimanas. Dalam paparannya, Ka Kwarda Gerakan Pramuka Jatim ini berpesan agar kader pramuka turut memerangi peredaran narkoba, menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin dan menyiapkan diri sebagai kader NU yang tangguh dan berakhlakul karimah.

Terakhir, Wakil Gubernur Jatim yang berencana maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 ini mendoakan agar pramuka ma'arif yang mengikuti Perwimanas diberi kesehatan sampai dengan selesainya acara. "Semoga adik-adik semua selalu diberi oleh Allah, jika nanti sudah menikah diberi rizki yang barokah," kata Gus Ipul yang disambut seruan "Amin" dari peserta dan pengunjung acara Pentas Seni dan Budaya Nusantara.

"Terima kasih kakak, terima kasih kakak, terima kasih kami ucapkan. Salam salam, terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama," demikian nyanyian para peserta yang dilantunkan secara serempak Perwimanas mengiringi perjalanan Gus Ipul meninggalkan Lokasi Perwimanas.

Perwimanas adalah kegiatan perkemahan nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Ma'arif NU. Perwimanas diselenggarakan sejak tanggal 24 Juni dan akan ditutup pada 29 Juni 2013. Sebelum kunjungan Gus Ipul, Sejumlah tokoh, diantaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfudz MD, juga mengunjungi Perwimanas pada Selasa (25/6) lalu. Ketua Kwartir Nasional gerakan Pramuka, Kodrat Pramudho, Ketua Umum PBNU, Said Aqiel Siradj, serta Menteri Negara urusan tenaga kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar sudah mengunjungi kegiatan Perwimanas.

Pada hari terakhir Perwimanas, dua orang menteri, Yakni Menteri PDT, Helmi Faisal dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga direncanakan bakal mengunjungi Perwimanas. Selain dua menteri, Ketua PP Fatayat NU, Khofifah Indar Parawansa serta penyanyi dangdut Ridlo Rhoma direncanakan datang ke perkemahan Perwimanas pada Sabtu (29/6/2013) malam. (@moh_syafii)

Jombang - Peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas) kembali mendapatkan kunjungan istimewa dari tokoh dan pejabat. Pada hari keempat pelaksanaan Perwimanas, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) menyapa peserta Perwimanas di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Gus Ipul, Wakil Gubernur Jatim ini datang ke lokasi Perwimanas pada Kamis (27/6/2013) malam. Datang sekitar pukul 7 malam, Gus Ipul terlebih dulu mampir di Kediaman Pengasuh Pesantren Babussalam, Kalibening, Jombang KH. Salmanuddin. Setelah beramah tamah dengan pengasuh pesantren, Ka Kwarda Jatim ini mengunjungi lokasi perkemahan yang terletak disebelah selatan PP Babussalam.

Kedatangan Gus Ipul ke areal perkemahan Perwimanas disambut oleh alunan musik dan atraksi kesenian tradisional Tulungagung, Jawa Timur. Mantan Menteri PDT era Presiden SBY ini bahkan sempat nimbrung dengan para penabuh musik. "Ini dari kontingen mana?" tanya dia. "Dari Tulungagung, Gus," jawab salah seorang anggota tim kesenian.

Gus Ipul saat mengunjungi tenda perkemahan kontingen Kabupaten Nganjuk Jawa Timur
Perwimanas - Gus Ipul saat mengunjungi tenda perkemahan kontingen Kabupaten Nganjuk Jawa Timur

Gus Ipul selanjutnya berjalan menuju lokasi tenda perkemahan peserta dan berhenti di tenda kontingan putri dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. "Gus minta tanda tangannya," ujar para penghuni tenda kontingen Perwimanas asal Nganjuk yang keluar menyambut kedatangan Gus Ipul. Permintaan itu pun dilayani oleh Ka Kwarda Jatim ini. "Mudah-mudahan yang ikut kemah diberi kesehatan oleh Allah," ujar Gus Ipul sembari beranjak menuju lokasi pentas seni dan budaya Nusantara dilokasi Perwimanas.

Di Panggung pentas seni dan budaya Nusantara Perwimanas, Gus Ipul selanjutnya menyampaikan ceramah singkat dan berdialog dengan peserta Perwimanas. Dalam paparannya, Ka Kwarda Gerakan Pramuka Jatim ini berpesan agar kader pramuka turut memerangi peredaran narkoba, menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin dan menyiapkan diri sebagai kader NU yang tangguh dan berakhlakul karimah.

Terakhir, Wakil Gubernur Jatim yang berencana maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 ini mendoakan agar pramuka ma'arif yang mengikuti Perwimanas diberi kesehatan sampai dengan selesainya acara. "Semoga adik-adik semua selalu diberi oleh Allah, jika nanti sudah menikah diberi rizki yang barokah," kata Gus Ipul yang disambut seruan "Amin" dari peserta dan pengunjung acara Pentas Seni dan Budaya Nusantara.

"Terima kasih kakak, terima kasih kakak, terima kasih kami ucapkan. Salam salam, terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama," demikian nyanyian para peserta yang dilantunkan secara serempak Perwimanas mengiringi perjalanan Gus Ipul meninggalkan Lokasi Perwimanas.

Perwimanas adalah kegiatan perkemahan nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Ma'arif NU. Perwimanas diselenggarakan sejak tanggal 24 Juni dan akan ditutup pada 29 Juni 2013. Sebelum kunjungan Gus Ipul, Sejumlah tokoh, diantaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfudz MD, juga mengunjungi Perwimanas pada Selasa (25/6) lalu. Ketua Kwartir Nasional gerakan Pramuka, Kodrat Pramudho, Ketua Umum PBNU, Said Aqiel Siradj, serta Menteri Negara urusan tenaga kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar sudah mengunjungi kegiatan Perwimanas.

Pada hari terakhir Perwimanas, dua orang menteri, Yakni Menteri PDT, Helmi Faisal dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga direncanakan bakal mengunjungi Perwimanas. Selain dua menteri, Ketua PP Fatayat NU, Khofifah Indar Parawansa serta penyanyi dangdut Ridlo Rhoma direncanakan datang ke perkemahan Perwimanas pada Sabtu (29/6/2013) malam. (@moh_syafii)

Kamis, 27 Juni 2013

Mojoagung, Jombang - Hal paling membanggakan dari sekian banyak kegiatan selama Perwimanas adalah mengikuti cerdas cermat Aswaja. Disamping pandai kepramukaan, mereka juga mahir teknologi dan menguasai Aswaja dengan benar.

Puncak seleksi lomba olimpiade Aswaja bagi kategori putra akan dilaksanakan nanti malam. Ada empat peserta yang akan memperebutkan juara pertama, dua, tiga serta harapan.

Peserta Perwimanas (putra) ketika babak kualifikasi Olimpiade Aswaja
Peserta Perwimanas (putra) ketika babak kualifikasi Olimpiade Aswaja

Keempat peserta yang lolos babak kualifikasi serta babak semi final adalah Usman Ali dari Nusa Tenggara Barat, Imam Syafi'ie utusan dari Sumenep, kemudian Agil Muhammad dari Gresik serta Asmoro yang mewakili Kabupaten Pasuruan.

Seperti diberitakan sebelumnya, utusan peserta perkemahan diadu dalam kegiatan lomba cerdas cermat Aswaja. Mereka harus mengerjakan sejumlah soal yang telah disediakan panitia secara online.

Mereka dikumpulkan di mushalla dan diberikan materi soal yang harus dijawab secara serempak. Peserta diwajibkan menjawab setidaknya lima puluh soal Aswaja yang diselesaikan selama dua puluh menit.

Dari seratus peserta yang mengikuti seleksi di babak awal, dipilih hanya 15 peserta putra dan putri untuk maju pada babak berikutnya. Untuk peserta yang masuk seleksi tahap dua juga diberikan soal dengan mekanisme seperti babak awal.

Dari 15 peserta dipilih 4 peserta baik putra maupun putri. “Mereka inilah yang akan memasuki babak final dengan memperebutkan juara satu, dua, tiga,” kata Abdul Latif, petugas di bagian Informasi dan Teknologi.

Saat babak final, mereka melewati sejumlah babak. Yang pertama adalah berupa tanya jawab, dilanjutkan tanya jawab lemparan, khitabah serta adu cepat.

Untuk khitabah, mereka harus menjelaskan soal yang telah dipilih. “Penilaian kemampuan berpidato sangat menentukan,” kata Hizbullah Huda yang juga sebagai koordinator kegiatan ini.

Dengan didampingi dua teman sehinga berjumlah tiga orang, mereka akan berebut kemampuan, ketangkasan dan kelihaian pada babak puncak ini.

Untuk kategori puteri telah terpilih Siti Robiah, utusan dari PC LP Ma'arif NU Kencong Jember Jawa Timur yang berhasil secara meyakinkan sejumlah dewan juri, panitia serta suporter sehingga berhasil menjadi juara pertama. Kontingen ini mengumpulkan nilai 885.

Untuk juara kedua diraih utusan dari PC LP Ma'arif Sidoarjo dengan total nilai 722. Sedangkan kontingen dari Lumajang sebagai juara ketiga yang diikuti utusan dari Mojokerto sebagai juara empat.

Mau tahu serunya lomba ini? Saksikan nanti malam di panggung workshop dan orasi ilmiah PP Babussalam, yakni depan masjid. (s@if)

Mojoagung, Jombang - Hal paling membanggakan dari sekian banyak kegiatan selama Perwimanas adalah mengikuti cerdas cermat Aswaja. Disamping pandai kepramukaan, mereka juga mahir teknologi dan menguasai Aswaja dengan benar.

Puncak seleksi lomba olimpiade Aswaja bagi kategori putra akan dilaksanakan nanti malam. Ada empat peserta yang akan memperebutkan juara pertama, dua, tiga serta harapan.

Peserta Perwimanas (putra) ketika babak kualifikasi Olimpiade Aswaja
Peserta Perwimanas (putra) ketika babak kualifikasi Olimpiade Aswaja

Keempat peserta yang lolos babak kualifikasi serta babak semi final adalah Usman Ali dari Nusa Tenggara Barat, Imam Syafi'ie utusan dari Sumenep, kemudian Agil Muhammad dari Gresik serta Asmoro yang mewakili Kabupaten Pasuruan.

Seperti diberitakan sebelumnya, utusan peserta perkemahan diadu dalam kegiatan lomba cerdas cermat Aswaja. Mereka harus mengerjakan sejumlah soal yang telah disediakan panitia secara online.

Mereka dikumpulkan di mushalla dan diberikan materi soal yang harus dijawab secara serempak. Peserta diwajibkan menjawab setidaknya lima puluh soal Aswaja yang diselesaikan selama dua puluh menit.

Dari seratus peserta yang mengikuti seleksi di babak awal, dipilih hanya 15 peserta putra dan putri untuk maju pada babak berikutnya. Untuk peserta yang masuk seleksi tahap dua juga diberikan soal dengan mekanisme seperti babak awal.

Dari 15 peserta dipilih 4 peserta baik putra maupun putri. “Mereka inilah yang akan memasuki babak final dengan memperebutkan juara satu, dua, tiga,” kata Abdul Latif, petugas di bagian Informasi dan Teknologi.

Saat babak final, mereka melewati sejumlah babak. Yang pertama adalah berupa tanya jawab, dilanjutkan tanya jawab lemparan, khitabah serta adu cepat.

Untuk khitabah, mereka harus menjelaskan soal yang telah dipilih. “Penilaian kemampuan berpidato sangat menentukan,” kata Hizbullah Huda yang juga sebagai koordinator kegiatan ini.

Dengan didampingi dua teman sehinga berjumlah tiga orang, mereka akan berebut kemampuan, ketangkasan dan kelihaian pada babak puncak ini.

Untuk kategori puteri telah terpilih Siti Robiah, utusan dari PC LP Ma'arif NU Kencong Jember Jawa Timur yang berhasil secara meyakinkan sejumlah dewan juri, panitia serta suporter sehingga berhasil menjadi juara pertama. Kontingen ini mengumpulkan nilai 885.

Untuk juara kedua diraih utusan dari PC LP Ma'arif Sidoarjo dengan total nilai 722. Sedangkan kontingen dari Lumajang sebagai juara ketiga yang diikuti utusan dari Mojokerto sebagai juara empat.

Mau tahu serunya lomba ini? Saksikan nanti malam di panggung workshop dan orasi ilmiah PP Babussalam, yakni depan masjid. (s@if)